Malaikat Penjaga Sholat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat malam dan Malaikat siang bergantian dalam menjaga kalian. Mereka berkumpul pada shalat asar dan shalat fajar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian di waktu malam naik, Allah lalu bertanya kepada mereka – dan Allah lebih tahu dengan keadaan mereka-: “Bagaimana keadaan para hamba-Ku saat kalian tinggalkan?” mereka menjawab, “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka juga dalam keadaan shalat.”

HR. Malik

Sunnah Dalam Sholat Maghrib

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Musayyab, bahwa dia bertanya; “Shalat apa yang dalam setiap rakaatnya duduk?” Sa’id kemudian menjawab, “Itu adalah shalat maghrib. Jika kamu tertinggal darinya satu rakaat. Begitulah sunnahnya shalat tersebut.”

– Hadits Riwayat Malik

Menahan Tangannya Saat Sholat

Telah bercerita kepada kami Husain telah bercerita kepada kami Abu Uwais telah bercerita kepada kami Syurahbil bin Sa’d Al Anshari budak Bani Khothsmah dari Jabir bin ‘Abdullah dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Seseorang menahan tangannya dari mengusap kerikil saat shalat itu lebih baik daripada memperoleh seratus unta semuanya berwarna hitam di tengah matanya. Jika ada setan yang mengganggu kalian maka usaplah satu kali saja.” Telah bercerita kepada kami Husain telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi’b dari Syurahbil dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Seseorang menahan tangannya dari mengusap kerikil itu” lalu menyebutkan maknanya.

– HR. Ahmad

Antara Telunjuk Dan Ekor Kuda Yang Kepanasan

Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Ubaidullah bin Qibthiyyah dari Jabir bin Samurah berkata, “Ketika kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, salah seorang di antara kami menunjukan tangannya kepada saudaranya di kanan dan kirinya, maka seusai shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Kenapa salah seorang dari kalian melakukan hal ini seakan ekor kuda yang kepanasan, cukuplah seorang dari kalian meletakkan tangan kanannya di atas pahanya dan menunjuk dengan jari telunjuknya kemudian mengucap salam pada saudaranya ke kanan dan kirinya.”

– HR. Ahmad

Larangan Puasa Pada Hari Tasyrik

Telah menceritakan kepada kami Rauh ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Malik dari Yazid bin Abdullah bin Al Hadi dari Abu Murrah budaknya Ummu Hani`, bahwa ia bersama Abdullah bin Amru pernah menemui bapaknya, Amru bin Ash. Amru bin Ash kemudian menyuguhkan makanan kepada mereka berdua seraya mengatakan, “Makanlah.” Abu Murrah berkata, “Saya sedang berpuasa.” Amru berkata lagi, “Makanlah, karena ini adalah hari-hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berbuka, dan melarang perpuasa di dalamnya.” Malik berkata, “Hari-hari itu adalah hari tasyriq.”

– HR. Ahmad

Kaum Yang Hatinya Lemah

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Akan datang kepada kalian kaum yang hatinya lebih lemah daripada kalian”. Maka datanglah orang -orang ‘Asyari yang diantaranya Abu Musa. Tatkala mereka sampai di Madinah mereka melantunkan nasyid, “Besok kita akan bertemu orang yang kita cintai, Muhammad dan kelompoknya”.

– HR. Ahmad

Baiat Pada Rasulullah

Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Manshur dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mushir dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abdul Aziz dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Muslim Al Khaulani dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku Al Habib Al Amin Auf bin Malik Al Asyja`i dia berkata;

“Kami dahulu di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah kalian berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengulangi sampai tiga kali, kemudian kami menyodorkan tangan-tangan kami dan selanjutnya kami berbaiat kepadanya. Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ” wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kami telah berbaiat kepadamu, lantas untuk apa kami berbaiat kepadamu?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Untuk beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, shalat lima waktu – dan seraya melirihkan suara beliau bersabda – serta untuk tidak meminta-minta kepada manusia sesuatupun.”

Hadits Riwayat Nasa’i