Kapan Resign Dari Bank?

.
.
(Maaf, cuman mau tanya..)
.
KAPAN RESIGN??😊
.
Di antara syubhat yg dihembuskan agar orang yg hendak hijrah resign dari bank ribawi:

1. Kerja di bank darurat

Sanggahan:
Subhanallah, masih banyak pekerjaan halal di luar sana, rizki masih bisa dicari dengan cara yg halal, bukan dengan cara yg haram

2. Kalo pada resign, nanti orang kafir yg akan menguasai bank

Sanggahan:
Lha emang bank ribawi itu buatan orang kafir, mereka mau agar kaum muslimin ikut2 an punya andil dalam riba

Biarkan saja mereka yg menguasai, biarkan mereka yg diajak perang sama ALLAH dan RasulNya, situ mau diajak perang?

Semoga saudara kita yg hendak resign, diberikan keteguhan dan kesabaran yg kuat, serta istiqamah untuk menjauhi perkara riba dan pekerjaan haram lainnya..

Sama Sama Rela Dengan Riba

.
.
“Ah, kalo sama-sama ikhlas, ridho, kan gak papa.. bukan RIBA itu..”
.
“Kerja di Lembaga RIBA boleh laah, kan yang penting niatnya baik, buat kasih nafkah keluarga..”
.
RIBA itu bukan karena ada kerelaan ya.. Dan juga bukan karena ‘Niatnya baik’..
.
Tapi RIBA itu karena ada syariat yang dilanggar.
.
Imam Ibnu Katsir  rahimahullah  berkata: “Sesung­guhnya amal yang diterima harus memenuhi dua syarat. Pertama, ikhlas karena Allah. Kedua, benar dan sesuai syari’at. Jika dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak akan diterima.”
[Tafsiir Ibnu Katsir (I/389), tahqiq Sami Salamah, cet. Daar Thayyibah].
.
Pernyataan itu dikuatkan dan dijelaskan oleh Ibnu ‘Ajlan rahimahullah, ia berkata: “Amal tidak dikatakan baik kecuali dengan tiga kriteria:
1. Takwa kepada Allah
2. Niat baik, dan
3. Benar.”
[Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (I/71)].
.
Dapat disimpulkan bahwa sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya segala amal tergantung pada niat,” memiliki maksud bahwa segala amal akan berhasil tergantung pada niatnya. Ini adalah perintah untuk ikhlas dan mendatangkan niat dalam segala amal yang akan dilakukan oleh seseorang dengan sengaja. Itulah yang menjadi sebab adanya amal dan pelaksanaannya.
.
[Lihat Fat-hul Baari (I/13) dan ‘Umdatul Qari (I/25)].
.
Atas dasar ini, maka seseorang sama sekali tidak dibenarkan menggunakan hadits tersebut sebagai dalil pembenaran amal yang bathil karena semata-mata niat baik dari orang yang mengerjakannya.
.
.

Bank Tidak Haram – Yang Haram Transaksinya

.
.
“Kerja di Lembaga Riba gpp, kan diniatkan ibadah..”
.
“Ngasih nafkah kluarga itu wajib lho, jadi gak papa lah, kerja disini..”
.
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ
.
“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).
.
Dalam hadits tersebut terdapat dua maslahat yang diperintahkan untuk dicari yaitu maslahat dunia dan maslahat akhirat. Maslahat dunia dengan pekerjaan yang halal, maslahat akhirat dengan takwa.
.
Ibnul Qayyim  rahimahullah  menyebutkan  alasan kenapa dua hal itu digabungkan. Beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan antara maslahat dunia dan akhirat dalam hadits “Bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki.”
.
Nikmat dan kelezatan akhirat bisa diraih dengan ketakwaan pada Allah. Ketenangan hati dan badan serta tidak rakus dan serakah pada dunia, dan tidak ada rasa capek dalam mengejar dunia, itu bisa diraih jika seseorang memperbagus dalam mencari rezeki.
.
Oleh karenanya, siapa yang bertakwa pada Allah, maka ia akan mendapatkan kelezatan dan kenikmatan akhirat. Siapa yang menempuh jalan yang baik dalam mencari rezeki (ijmal fii tholab), maka akan lepas dari rasa penat dalam mengejar dunia. Hanyalah Allah yang memberikan pertolongan.” (Lihat Al Fawaid, hal. 96).
.
Berarti jika kita mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat serta tidak ada rasa letih dalam mencari nafkah, maka cukupkanlah diri pada pekerjaan yang halal.
.

Bisnis Dari Uang Haram Riba

.
.
Untuk apa berbisnis, jika fokus kita hanya dunia.. Sholat tidak bisa tepat waktu, tidak sempat datang kajian..
.
Untuk apa buka usaha, jika kita memulai dan menjalankannya dengan cara yang haram..
Pinjam modal dengan riba, menjalankan bisnis yang dilarang
.
~
.
:: Modal Haram, Kunci Kebangkrutan ::
.
Allah Azza wa Jalla telah berjanji untuk memusnahkan harta riba, baik keberkahannya maupun fisik hartanya.
.
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. AlBaqarah: 276)

Dan bila Allah telah berjanji, Allah pasti memenuhi janji-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Sesungguhnya (harta) riba, walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi sedikit.”(HR. Imam Ahmad, At Thabrany, dan AlHakim)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
. “Bisa jadi seseorang terhalang dari mendapatkan rezekinya akibat dari dosa yang ia lakukan.”(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan lainnya)

Jangan Memberi Nafkah Dengan Riba

Jangan Memberi Nafkah Dengan Riba
.
Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
.
“Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.” (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani). Dalam riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ ، النَّارُ أَوْلَى بِهِ
.
“Tidak akan masuk surga, daging yang tumbuh dari as-suht, maka neraka lebih layak baginya.” (HR. Ahmad 14032 dengan sanad jayid sebagaimana keterangan al-Albani).
.
Dimanakah Anda wahai para kepala keluarga! Halalkah pekerjaan Anda wahai para penanggung jawab nafkah! Jika Anda sangat mengkhawatirkan kesehatan mereka, sudahkah Anda mencemaskan keselamatan daging-daging mereka?
.
Pernahkah Anda mengkhawatirkan anak dan istri Anda ketika mereka makan bara api neraka? Berusahalah mencari yang halal, dan jangan korbankan diri Anda dan tubuh Anda.

Syaikhul Islam mengatakan,

الطَّعَامَ يُخَالِطُ الْبَدَنَ وَيُمَازِجُهُ وَيَنْبُتُ مِنْهُ فَيَصِيرُ مَادَّةً وَعُنْصُرًا لَهُ ، فَإِذَا كَانَ خَبِيثًا صَارَ الْبَدَنُ خَبِيثًا فَيَسْتَوْجِبُ النَّارَ ؛ وَلِهَذَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (كُلُّ جِسْمٍ نَبَتَ مَنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ) . وَالْجَنَّةُ طَيِّبَةٌ لَا يَدْخُلُهَا إلَّا طَيِّبٌ
.
“Makanan akan bercampur dengan tubuh dan tumbuh menjadi jaringan dan sel penyusunnya. Jika makanan itu jelek maka badan menjadi jelek, sehingga layak untuknya neraka. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, ‘Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya.‘ Sementara surga adalah kebaikan, yang tidak akan dimasuki kecuali tubuh yang baik.” (Ma’mu’ al-Fatawa, 21:541).

Mencari Pembenaran Atas Riba

Mencari Pembenaran Atas Riba
.
.
Sering bahas riba ke temen-temen, sodara, keluarga?
Tapi apa yang kita sampaikan belum bisa diterima?
.
Tenang saja.. kewajiban kita hanya menyampaikan.. mana yang benar dan mana yang salah sesuai AlQuran dan As Sunnah. Sampaikan dengan adab dan etika yang baik..
.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾
.
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110)
.
Lalu, gimana kalau mereka masih selalu mencari pembenaran?
Doakan saja, semoga segera mendapat hidayah. Karena hidayah mutlak milik Allah..
.
Allah berfirman yang artinya : “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56)
.
Jangan bosan berdakwah RIBA.
Karena bisa jadi, seseorang bisa berubah karena hal kecil yang kita sampaikan kepada mereka..
.

Asuransi Konvensional Haram

.
.
Pertaruhan Judi dimulai, pengen kalah? Atau menang?
.
KEMENANGAN TERBESAR = Jika kita meninggal dan ahli waris mendapatkan asuransi (kita yang bayar, mereka yang menikmati, tapi kita nya yang dapat dosa)
.
KEMENANGAN TERKECIL = Jika kita sakit dan kita menerima asuransi untuk pengobatan (kita yang bayar, kita yang sakit dan kita nya yang dapat dosa)
.
~
.
Asuransi konvensional diharamkan MUI berdasar Fatwa no 1 tahun 2004.
.
Sedangkan Asuransi syariah, memiliki 3 Dosa :
1. RIBA (tambahan)
2. GHARAR (Ketidakpastian)
3. MAYSIR (judi)
.

Rasul Melaknat Riba – XBank Indonesia

Rasul Melaknat Riba – XBank Indonesia 
.
.
Siapa yang menjadi pelaku RIBA dan dilaknat Allah dan RasulNya??
.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.
.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir/pemberi pinjaman), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).
.
Rentenir/pemberi pinjaman kena laknat, nasabah yang meminjam riba pun kena, begitu pula pencatat dan yang menjadi saksi. Laknat sendiri berarti jauh dari rahmat Allah, sebagaimana dikatakan oleh para ulama.
.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ada penegasan haramnya menjadi pencatat transaksi riba dan menjadi saksi transaksi tersebut. Juga ada faedah haramnya tolong-menolong dalam kebatilan.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 23)
.