Wafat Ketika Masih Perawan

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du
.
Dalam hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ pernah menyebutkan daftar umatnya yang mati syahid. Salah satunya
.
“Wanita yang meninggal karena jum’in, dia mati syahid.” (HR. Ahmad 22686, Abu Daud 3113, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
.
Mengenai makna “meninggal karena jum’in” ada 2 pendapat ulama, sebagaimana keterangan an-Nawawi.
.
Dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi mengatakan
.
Mengenai wanita yang meninggal karena jum’in, bisa dibaca jum’in, jam’in, atau jim’in. tapi yang lebih umum dibaca jum’in, ada yang mengatakan maknanya adalah mereka yang meninggal ketika hamil, ada janin anaknya dalam kandungannya.
.
Dan ada yang mengatakan, meninggal ketika masih gadis. Dan yang benar pendapat pertama. (Syarh Shahih Muslim, 13/63)
.
Dengan asumsi bahwa pendapat kedua yang disampaikan an-Nawawi bisa diterima, kita bisa menyimpulkan bahwa diantara wanita yang mati syahid akhirat adalah mereka yang meninggal
ketika masih perawan.
.
Makna Syahid Akhirat
.
Apa yang disebutkan dalam hadis adalah mereka yang mendapat pahala syahid akhirat dan bukan syahid dunia. Karena mati syahid ada 2:
.
1.Mati syahid dunia akhirat, itulah orang yang mati syahid ketika jihad fi sabilillah.
.
Jenazahnya tidak boleh dimandikan, karena mereka aka dibangkitkan dalam kondisi darahnya tetap segar keluar.
.
2.Mati syahid akhirat, mereka adalah orang yang mendapatkan pahala syahid di akhirat, tapi tidak berlaku hukum syahid di dunia. Seperti mereka yang mati ketika melahirkan atau mati karena tenggelam.
.
Syarat Syahid Akhirat Agar Diterima
.
As-Subki menyebutkan bahwa di sana ada 3 syarat untuk bisa mendapat pahala syahid akhirat:
.
1.Dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah atas ujian yang menimpanya. Seperti mereka yang bersabar dengan sakit di perutnya, atau bersabar ketika terkena sakit akibat wabah tah’un.
.
2.Tidak ada penghalang baginya, seperti korupsi, utang, atau mengambil harta orang lain
.
3.Tidak mati dalam kondisi maksiat.
.
(Fatawa as-Subki, 2/354)
.
Demikian, Allahu a’lam
.

Menghadapi Imam Yang Pakai Qunut Subuh

Apakah qunut subuh itu ada dalilnya?
.
Qunut subuh itu ada dalilnya…
Qunut subuh terus menerus ada dalilnya Haditsnya dhoif… .
Dhoif itu artinya apa? Lemah…
Lemah itu boleh dipakai atau tidak? Nggak boleh dipakai!!!
Hadits nya ada tapi Dhoif, kalau dhoif berarti tdk boleh dipakai!!! .
APAKAH MEREKA QUNUT SHUBUH???? .
.
Bahkan ada seorang anak sahabat nabi bernama Abi Malik al-Asyja’i, ia berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di bela-kang Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan di belakang ‘Ali di daerah Qufah sini kira-kira selama lima tahun, apakah qunut Shubuh terus-menerus?
.
” Ia jawab: “Wahai anakku qunut Shubuh itu bid’ah!!
.
Hadits shahih riwayat at-Tirmidzi (no. 402), Ahmad (III/472, VI/394), Ibnu Majah (no. 1241), an-Nasa-i (II/204), ath-Thahawi (I/146), ath-Thayalisi (no. 1328) dan Baihaqi (II/213), dan ini adalah lafazh hadits Imam Ibnu Majah, dan Imam at-Tirmidzi berkata: “Hadits hasan shahih.” Lihat pula kitab Shahih Sunan an-Nasa-i (I/233 no. 1035) dan Irwaa-ul Ghalil (II/182) keduanya karya Imam al-Albany. [4]
.
BAGAIMANA SIKAP KITA SEBAGAI MAKMUM KETIKA SHALAT DIBELAKANG IMAM YG PAKE QUNUT?
.
Ya kita perbanyak baca pujian kepada Allah (Tanpa Mengangkat Tangan) bisa kita baca Rabbana wa lakal hamdu terus kita ulang-ulang sampai 10X tdk ada masalah, Bahkan Nabi pernah membaca Li Rabbiyal Hamdu… Li Rabbiyal Hamdu… Li Rabbiyal Hamdu… Terusssss sebanyak-banyaknya sebab saat itulah saat kita memuji kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. .

Mereka Qunut biarkan Mereka Qunut, kita baca pujian kepada Allah..JANGAN IKUT QUNUTNYA MEREKA.

Tapi kalau Imam Sujud kita wajib ikut karena kita bermakmum dengan Imam tidak boleh kita menyalahi imam, TAPI KALAU IMAM BERBUAT BID’AH KITA TIDAK BOLEH IKUT BID’AH NYA.

JELASSSSS?

Keutamaan Kota Madinah Bagi Umat Islam

Keutamaan Kota Madinah

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، لَا يَدَعُهَا أَحَدٌ رَغْبَةً عَنْهَا، إِلا أَبْدَلَ اللهُ فِيهَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ، وَلا يَثْبُتُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا وَجَهْدِهَا، إِلا كُنْتُ لَهُ شَهِيدًا أَوْ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَة

Kota Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui. Tidaklah seseorang meninggalkan kota Madinah karena benci kepadanya, kecuali Allâh akan menggantikannya dengan orang yang lebih baik darinya, dan tidaklah seseorang tetap tegar atas kesusahan dan kesulitan kota Madinah, niscaya aku akan menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya pada hari kiamat. [HR. Imam Muslim]

Dan diantara do’a Beliau:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا

Ya Allâh! Berilah kepada kami keberkahan pada buah-buahan kami, kota Madinah kami! Limpahkanlah keberkahan untuk kami pada setiap sha’ dan mud kami dapatkan. [HR. Muslim]

. *sha’ dan mud adalah satuan takaran yang digunakan oleh orang Arab untuk mengukur sesuatu (terutama makanan)

Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah Bin Mas’ud

Kenali lebih dekat sosok dari generasi terbaik ummat ini
.
Beliau adalah Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah Bin Mas’ud, Seorang tabiin asli dari kota Madinah, salah satu perowi hadist nabi, beliau juga merupakan salah satu dari tujuh ulama kota Madinah (Fuqoha As-sab’ah). Kunyahnya Abu Abdullah, berasal dari Qabilah Hudhail dari kota Madinah Munawwaroh. .
Beliau lahir di kota Madinah dimasa kekhalifahan Umar bin Khattab atau beberapa saat setelahnya. Beliau memiliki saudara seorang muhaddist yang masyhur yaitu Aun bin Abdullah bin Utbah, beliau juga cucu dari seorang sahabat yang mulia Utbah bin Mas’ud saudara kandung dari Abdullah bin Mas’ud.
.
Beliau tumbuh besar di kota Madinah, mempelajari ilmu fiqh serta menguasainya disana, sampai beliau dinobatkan sebagai salah satu Fuqohaa Sab’ah dari kalangan tabiin pada zamannya.
.
Beliau merupakan guru ilmu adab secara khusus khalifah Umar bin Abdul Aziz selama beliau tumbuh besar di Madinah, dan selama kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz beliau menjadi penasehat khusus kerajaan.
.
Diantara perkataan Ulama tentang beliau:
Berkata Az-zuhri: “Dia merupakan laut diantara lautan-lautan ilmu”
Berkata Al-Waqidi: “Dia adalah orang yang tsiqoh, berilmu, ahli fiqh, mempunyai banyak hafalan hadist, mengetahui banyak syiir arab, dan penglihatannya sudah tiada.”
.
Beliau meninggal pada tahun 98 hijriyah, beliau memiliki penglihatan yang lemah kemudian penglihatannya hilang secara total di akhir hayatnya.

. [Siar A’lam Nubala]
.

Jangan Menyerupai Orang Kafir

Jangan Menyerupai Orang Kafir

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melarang ummatnya untuk meniru ibadah orang kafir. Seorang muslim haruslah menghiasi kehidupannya dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Tidak pantas jika ada seorang muslim yang ikut-ikutan ataupun meniru ibadah orang kafir.
.
Cukuplah Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari raya besar ummat islam. Jika ada yang meniru ibadah suatu kaum, maka ia adalah bagian dari kaum tersebut.
.
Tak hanya soal ibadah, begitupun dengan gaya hidup. Bagi seorang laki-laki dilarang meniru pakaian seorang wanita, dan juga sebaliknya.

Jadi, jangan suka ikut-ikutan meniru lifestyle agama lain yaa.

Waspada Wali Setan

GUS JAKFAR orang Gila zaman Now yg dianggap Wali

Sebegitu Takjim nya sebagian rakyat negeri ini pada orang ga waras yang dianggab Wali, inilah dampak akibat dari sikap Ghuluw yg berlebihan pada cerita2 Kurofat yg menyesatkan

Entah dimana letak Tauhid mereka

Bisa jadi ini bukan Kesalahan Gus Jakfar  tapi Kesalahan orang orang waras yang mengangkatnya & menganggapnya sebagai seorang WALI dengan embel2 Karomah.

Mana Mungkin Wali Allah Jauh dari kesan ketakwaan kepada Rabbnya, bahkan menampakkan kemaksiatan didepan umum seperti membuka Aurat, merokok, mendengarkan & menonton musik dangdut & juga berikhtilat.

Ibnu Abil ‘Izz berkata, “Barangsiapa yang meyakini bahwa sebagian orang-orang dungu (agak gila) –yang meninggalkan ittiba’ (mengikuti) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik dalam pembicaraannya, amalan-malannya, maupun keadaan-keadaannya- bahwsanya mereka termasuk wali-wali Allah, dan lebih utama daripada para pengikut jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia adalah orang yang sesat, mubtadi’, dan salah dalam beraqidah. Karena orang dungu tersebut kalau bukan ia adalah syaitan yang zindiiq…, atau seorang gila yang mendapat udzur. Maka bagaimana ia bisa lebih mulia daripada orang yang termasuk wali-wali Allah yang mengikuti sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam??? Atau menyamainya???. Dan tidaklah dikatakan bahwa mungkin saja orang dungu ini mengikuti sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di batin meskipun ia meninggalkan ittiba’ di dzohir??. Ini sesungguhnya juga merupakan kesalahan, dan yang wajib adalah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik secara batin maupun secara zhohir”[Syarah Al-Aqiidah At-Thohaawiyah II/773]
.

Saling Bantu Dalam Rumah Tangga

Kasih Sayang dan Cinta Di Dalam Rumah Tangga Rasulullah ﷺ
.
Tidaklah terhina seorang suami membantu pekerjaa rumah tangga :
.
– Mencuci baju dan piring
– Menyapu dan mengepel lantai
– Membersihkan rumah
.
Bohong jika katanya membuat istri ngelunjak/besar kepala, malah akan semakin menambah sayang dan cintanya…
.
Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  juga tidak segan membantu istrinya…
.
Mari kita simak riwayat dibawah ini…
.
Dari Al-Aswad dia berkata, saya bertanya kepada Aisyah, “Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ikut membantu pekerjaan rumah isterinya?”
.
Aisyah menjawab; “Beliau suka membantu pekerjaan rumah isterinya, apabila tiba waktu shalat, maka beliau beranjak untuk melaksanakan shalat.”
.
(HR Bukhari 5579)

Penyesalan Para Pendosa Di Akhirat

Sebelum itu terlambat…
.
Mereka yakni orang-orang fasiq dan munafiq yang telah mati (wafat) sangat menyesal dan merugi di alam barzakh sana… hal itu disebabkan selama di dunia mereka meninggalkan dan menyia-nyiakan amal shalih yang telah Allah سبحانه و تعالىٰ tetapkan bagi setiap hamba. Di alam barzakh mereka meminta dan memohon kepada Allah سبحانه و تعالىٰ agar dikembalikan (dihidupkan) ke dunia untuk beramal Shalih, seperti shalat, puasa, zakat dan haji serta amal-amal shalih lainnya namun hal itu pun percuma dan sia-sia karena telah terlambat sebagaimana Allah ﷻ terangkan di dalam al-Qur-anul Karim.
.
Allah عز وجل berfirman :
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh, itu adalah dalih yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mu’minuun [23] : 99 – 100)
.
Di dalam surat yang lainnya Allah ﷻ berfirman :
“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (seraya mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami alam mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.”
(QS. As-Sajdah [32] : 12)
.
Begitulah kondisi orang yang telah mati, mereka telah melihat akhirat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka mengetahui dengan pasti apa yang telah mereka perbuat di dunia dan apa yang mereka terima dengan amalannya. Dahulu mereka demikian mudahnya menyia-nyiakan waktu yang amat berharga untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhirat mereka. Kini mereka sadar bahwa detik-detik dan menit-menit yang hilang tersebut sungguh tidak ternilai harganya.
.
Karena itu, sebelum terlambat bertaubatlah kepada Allah سبحانه و تعالىٰ dan beramal shalihlah sebagaimana tuntunan dan petunjuk Rasulullah ﷺ agar amalan kita tidak sia-sia dan ditolak oleh Allah سبحانه و تعالىٰ.

Tak Khawatir Diblokir Teman Karena Mencari Ridha Allah

Tak Khawatir Diblokir Teman Karena Mencari Ridha Allah

Dari Abu Umamah al-Bahili رضي الله تعالىٰ عنه,

Ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah تبارك و‏تعالىٰ, para malaikat-Nya serta semua penduduk langit dan bumi, bahkan semut yang ada di dalam sarangnya, sampai ikan yang ada di dalam air bershalawat (mendo’akan dan memintakan ampun) untuk orang yang mengerjakan kebaikan kepada manusia.”
(Shahiih, HR. At-Tirmidzi, no. 2685, Shahiih At-Targhiib wa Tarhiib, I/36, Shahiih Al-Jaami’, no. 1883)
.
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amir al-Anshari رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan (petunjuk), maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.”
(Shahiih, HR. Muslim, no. 1893)
.
Nasihat dari seorang ‘ulamaa besar bagi yang menganggap orang yang menyebarkan kebaikan berupa nasihat dijalan Allah سبحانه و تعالىٰ dianggap sok ngustadz.
.
Al-Imam Hasan Al Bashri رحمه الله تعالىٰ berkata,
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna (tidak pernah berbuat dosa dan maksiat), niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat.”
(Mawai’zh lilImam, Al-Hasan Al-Bashri, hal. 185)
.
Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

2 Kalimat Super Istimewa Dalam Islam

2 Kalimat Super Istimewa Dalam Islam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari [7573] dan Muslim [2694])
.
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Kedua kalimat ini merupakan penyebab kecintaan Allah kepada seorang hamba.” Beliau juga berpesan, “Wahai hamba Allah, sering-seringlah mengucapkan dua kalimat ini. Ucapkanlah keduanya secara kontinyu, karena kedua kalimat ini berat di dalam timbangan (amal) dan dicintai oleh ar-Rahman, sedangkan keduanya sama sekali tidak merugikanmu sedikitpun sementara keduanya sangat ringan diucapkan oleh lisan, ‘Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim’. Maka sudah semestinya setiap insan mengucapkan dzikir itu dan memperbanyaknya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, 3/446).
.
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Allah dengan nama-Nya ar-Rahman –Yang Maha pemurah-. Hikmahnya adalah –wallahu a’lam– karena untuk menunjukkan keluasan kasih sayang Allah ta’ala. Sebagai contohnya, di dalam hadits ini diberitakan bahwa Allah berkenan memberikan balasan pahala yang banyak walaupun amal yang dilakukan hanya sedikit (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/883)
.