Sihir Dalam Kata Kata Yang Indah

Telah menceritakan kepada kami Abu Amir Abdul Malik bin Amr, telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Zaid bin Aslam, saya mendengar Ibnu Umar berkata, dua orang laki-laki datang dari sebelah timur, keduanya adalah khatib dijaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Dua orang laki-laki itu berdiri kemudian menyampaikan pidato, lalu duduk kembali. Kemudian Tsabit bin Qais -Khathib Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam- tampil, berpidato, kemudian duduk kembali. Orang-orang menjadi terkesima terhadap pidato mereka. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam kontan berdiri dan bersabda: “Wahai sekalian manusia, berbicaralah yang sewajarnya saja, sesungguhya pembicaraan yang berbelit-belit dari setan.” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya diantara lafadz yang indah terdapat apa yang disebut sihir.”

HR. Ahmad

Perumpamaan Kambing Bagus Dan Jelek

Telah menceritakan kepada kami Hasan dan ‘Affan mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Ali bin Zaid dari Aus bin Khalid dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Permisalan orang yang duduk dan mendengarkan hikmah kemudian ia tidak berbicara tentang sahabatnya kecuali yang jelek dari apa yang ia dengar, seperti seorang laki-laki yang datang kepada penggembala dan berkata; ‘Hai pengembala sembelihkan untukku satu kambingmu.’ Maka si pengembala berkata; ‘Pergi dan ambillah dengan kambing yang paling bagus, ‘ lalu ia pergi dengan membawa kambing yang paling jelek.”

HR. Ahmad

Menaiki Kendaraan

Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Sa’id dari Ubaidullah bin Zahr dari Abu Sa’id dari Abdullah bin Malik bahwa saudara perempuan Uqbah bin Amir bernadzar untuk menunaikan Haji dengan berjalan kaki. Uqbah lalu menanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Perintahkanlah kepadanya agar ia menaiki kendaraan.” Kemudian Uqbah menyangka bahwa beliau belum memahami ungkapannya, maka ketika orang yang berada di sisi beliau beranjak pergi, ia pun mengulangi pertanyaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda: “Perintahkanlah kepadanya agar ia menaiki kendaraan. Karena Allah ‘azza wajalla tidak butuh atas penyiksaan saudarimu atas dirinya sendirinya.”

HR. Ahmad

Makan Daging Unta

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mus’ab telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Abu Najasyi dari Rafi’ bin Khadij dia berkata, “Kami pernah shalat Ashar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian kami menyembelih seekor unta, lalu membaginya menjadi sepuluh bagian dan memasaknya, maka kami pun makan daging yang telah matang sebelum menunaikan shalat Maghrib.”

HR. Ahmad