Sate Telur Puyuh – Marimasak

SATE TELUR PUYUH

ini rasanya ga terlalu manis banget ya, tetap ada rasa asin/gurih nya👌

BAHAN :
40 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya
3 lembar daun salam
1 lembar daun jati (optional/kalau ada) bisa juga pake 2 kantung teh celup atau segenggam kulit bawang merah yg sdh dicuci bersih atau beberapa lembar daun jambu biji
1 sdm gula merah/sesuai selera
2 sdm kecap manis/sesuai selera
1 sdm air asam jawa
1 ruas jempol lengkuas memarkan
Garam, kaldu jamur, merica bubuk
air secukupnya .

BUMBU HALUS :
5 siung bawang merah
6 siung bawang putih
1 sdt ketumbar bubuk .

CARA MEMBUAT :
Campurkan semua bahan tambahkan air secukupnya/sampai telur terendam, aduk rata didihkan (cek rasa sesuaikan selera) masak sampai air menyusut, angkat dinginkan tusuk dng tusuk sate . .

#satetelurpuyuh #resepsatelurpuyuh #satetelur #telurpuyuh #telurbacem #reseptelurbacem #doyancooking #doyanmasak #homecooking #hobimasakid #berbagiresep #shareresep #marimasak #fotomasak #foodpic #instafood #resepindonesia #reseptelur #lezatnikmat #resepdapurku #homecooking #homemade

KOREAN CHICKEN SPICY – Marimasak

KOREAN CHICKEN SPICY

terinspirasi jajanan waktu libur kemaren, “korean chicken spicy” (fillet ayam goreng pedas yg disajikan dng nasi dan telor ceplok), anak saya suka bngt, saya jg sih 😅, ayam goreng ala2 korea gitu, cuman yg ini pake fillet dada ayam yg dipotong kecil, pake wingsny jg ok. trus untuk gochujangny (pasta cabe korea) karna ga ada, jd dibuat bumbu penggantiny/ kw nya 😁, dng bahan2 yg ada didapur aja, rasanya ga kalah sm yg dibeli waktu itu 11-12 lah 😆 yg jelas enak dan anak saya syuka👌(resep di adaptasi dr berbagai sumber dng modifikasi sendiri) .

BAHAN :
-+400 gram dada ayam tanpa tulang, potong kotak, bumbui dng perasan air jeruk nipis, garam, kaldu jamur, merica, sdkt cabe bubuk, sisihkan

Tepung pelapis (campur jd satu) :
100 gram tepung bumbu serbaguna
50 gram tepung terigu
50 gram tepung beras
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt bwng putih bubuk
Sdkit merica bubuk .

SAUS :
1 sdm minyak goreng + 1 sdt minyak wijen
4 siung bawang putih cincang halus
2 sdm gochujang (2 sdm tepung ketan + 2 sdm air panas, aduk + 2 sdm bubuk cabe + 1,5 sdm kecap asin + 1 sdm gula, aduk hingga rata)
2 sdm saus tomat
1-2 sdt gula
1 sdt cuka
Sdkit kaldu jamur/sesuai selera
200 ml air .

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan potongan ayam ke tepung pelapis lalu goreng hingga kecoklatan/matang, sisihkan
2. Buat saus, tumis bwng putih sampai wangi, masukkan gochujang dan saos tomat aduk rata beri air, gula, kaldu jamur aduk rata dan masak sampai agak mengental (cek rasa sesuaikan selera) terakhir tambahkan cuka, matikan api lalu masukkan ayam goreng aduk sampai ayam terbalut saus
3. Angkat sajikan dng taburan wijen dan daun bawang . .

#koreanchickenspicy #ayamgorengkorea #yangyeomtongdak #spicychicken #koreanfriedchicken #yummyfood #instafood #fotomasak #doyanmakan #koreanfood #cullinary #homecooking #resepayamgorengkorea #resepspicychicken #delicius #yumyum #nomnom #yummy #doyancooking #guniezzt #marimasak #doyanmasak

Cumi Saos Tomat – Marimasak

CUMI SAOS TOMAT

Marimasak

Masak cumi dng bumbu yg simple aja kali ini, tapi rasanya tetap enak 😋, saosnya ga pedas ini, bisa ditambah rawit kalo mau pedas .

BAHAN :
350 gram cumi segar, bersihkan, kerat2 bagian badanya/potong2 sesuai selera, beri perasan air jeruk nipis, sisihkan
3-4 sdm saos tomat
Sdkit kecap manis
Garam, kaldu jamur, merica dan gula pasir secukupnya
Sdkit air .

BUMBU HALUS :
4 siung bawang putih
3 butir bawang merah
2 buah cabe merah besar (bisa ditambah rawit)
Sdkit jahe .

CARA MEMBUAT :
1. Tumis bumbu halus sampai benar2 wangi dan matang, tambahkan saos dan kecap, aduk sebentar, masukkan cumi masak sampai kaku
2. Tambahkan sdkit air, bumbui garam, kaldu jamur, merica dan sdkit gula, masak sampai air menyusut/saos mengental (cek rasa sesuaikan selera) siap disajikan 🐙👌 .

#cumisaostomat #cumisaos #indonesianfood #yummyfood #yumyum #nomnom #instafood #fotomasak #foodpic #seafood #resepcumi #saostomat #simpleresep #homecooking #homemade #resepindonesia #resepseafood #doyanmakan #cullinary #indofood #doyancooking #guniezzt #marimasak #doyanmasak

Milk Bread – Marimasak

MILK BREAD

Roti kesukaan anak anak, isiannya juga sesuai selera mereka, paling sukanya diisi selai srikaya 🍞👌 . .

BAHAN :
250 gram terigu cakra
50 gram terigu segitiga
30-50 gram gula pasir
2 kuning telur
7 grm ragi instan
150 ml susu cair hangat
4 sdm susu bubuk
45 gram mentega/margarin (saya blueband cakeandcookie)
1/2 sdt garam .

OLESAN :
susu cair (sblm dipanggang)
mentega/margarin (stlh dipanggang)

CARA MEMBUAT :
1. Campur susu cair hangat, sedikit gula dan ragi instan aduk rata, diamkan sampai berbusa

2. Masukkan semua bahan kdlm wadah kecuali margarin dan garam, tuang campuran ragi aduk dan uleni hingga kalis, tambahkan margarin dan garam uleni lagi hingga benar2 kalis elastis, bulatkan, tempatkan diwadah yg sdh dioles minyak/margarin, tutup dan istirahatkan hingga mengembang 2 kali lipat (45-60 menit) 

2. Kempiskan adonan, potong2 dan bagi @50 gram, beri isian sesuai selera bulatkan tata di loyang, istirahatkan lagi sampai mengembang, oles susu cair

3. Panggang di oven yg sdh dipanaskan dng suhu 180 selama 15-20 menit/sampai matang

4. Angkat olesi permukaanny dng margarin/mentega selagi panas, dinginkan dan hias sesuai selera (optional) . .

#milkbread #rotisusu #rotimanis #rotikasur #rotisobek #reseproti #rotiisi #yummyfood #berbagiresep #doyanbaking #demenbaking #yumyum #marimasak #homemade #baking #homebaked #bread #delicious #fotokue #cakedankue #rotikarakter #cutebread

Nasi Goreng Sosis Nikmat – Marimasak

NASI GORENG SOSIS

Latepost.. Menu makan pagi kemaren nih… biasaya jarang sarapan pagi, tp kmrn perut keroncongan bngt bawaanny 😆 jd dech masak simple dng sisa nasi yg ada. kalau buat nasgor kadang saya tambah sdkit bumbu nasgor instan (kalau ada), tp cuman sdkit sekitar 1/2-1 sdt aja, jd ttp pakai bumbu tambahan sendiri walau cuman baput cincang ama cabe 😁 tp ini dijamin enak pake banget, karna saya laparr jg kali ya 😂 .

BAHAN : (untuk satu porsi 🍛)
1 piring nasi putih sisa smlm
1 buah sosis potong2
1 butir telur
1 siung baput cincang
2 cabe rawit iris iris
Sdkit daun bawang iris (karna cuman sdkit jd ga terlihat 😆)
1/2-1 sdt bumbu nasgor instan rasa ayam (optional) saya pakai merk ‘larasa’
1 sdm saos tiram
1 sdt kecap manis
Sdkit kecap asin
Sdkit kaldu jamur (bisa diskip kalau sdh pakai bumbu nasgor instan) .

CARA MEMBUAT :
1. Tumis baput cincang sampai wangi, tambahkan irisan rawit dan daun bawang aduk sampai layu, masukkan sosis masak lg sbntr, sisihkan kepinggir wajan, masukkan telur disampingny buat orak arik
2. Masukkan saos tiram dan kecap, aduk rata, tambahkan nasi, bumbu nasgor instan aduk cepat dng api besar sampai tercampur rata, cek rasa sesuaikan selera, siap disajikan 👌 . .

ala @dewi.yuliana23 .

#nasigoreng #nasgorsosis #resepnasigoreng #friedrice #doyanmakan #doyancooking #berbagiresep #doyanmasak #hobimasak #resepindonesia #indonesianfood #shareresep #yummyfood #yumyum #fotomasak #foodpic #instafood #homecooking #simpleresep

Beginilah Hajinya Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim semuanya dari Hatim ia berkata, – Abu Bakr berkata- Telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma’il Al Madani dari Ja’far bin Muhammad dari bapaknya ia berkata; Kami datang ke rumah Jabir bin Abdullah, lalu ia menanyai kami satu persatu, siapa nama kami masing-masing. Sampai giliranku, kusebutkan namaku Muhammad bin Ali bin Husain. Lalu dibukanya kancing bajuku yang atas dan yang bawah. Kemudian diletakkannya telapak tangannya antara kedua susuku. Ketika itu, aku masih muda belia. Lalu dia berkata, “Selamat datang wahai anak saudaraku, tanyakanlah apa yang hendak kamu tanyakan.” Maka aku pun bertanya kepadanya. Dia telah buta. Ketika waktu shalat tiba, dia berdiri di atas sehelai sajadah yang selalu dibawanya. Tiap kali sajadah itu diletakkannya ke bahunya, pinggirnya selalu lekat padanya karena kecilnya sajadah itu.

Aku bertanya kepadanya, “Terangkanlah kepadaku bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan ibadah haji.” Lalu ia bicara dengan isyarat tangannya sambil memegang sembilan anak jarinya. Katanya; Sembilan tahun lamanya beliau menetap di Madinah, namun beliau belum haji. Kemudian beliau memberitahukan bahwa tahun kesepuluh beliau akan naik haji. Karena itu, berbondong-bondonglah orang datang ke Madinah, hendak ikut bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk beramal seperti amalan beliau. Lalu kami berangkat bersama-sama dengan beliau. Ketika sampai di Dzulhulaifah, Asma` binti Humais melahirkan puteranya, Muhammad bin Abu Bakar. Dia menyuruh untuk menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apa yang harus dilakukannya (karena melahirkan itu). Maka beliau pun bersabda: “Mandi dan pakai kain pembalutmu. Kemudian pakai pakaian ihrammu kembali.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dua raka’at di masjid Dzulhulaifah, kemudian beliau naiki untanya yang bernama Qashwa. Setelah sampai di Baida`, kulihat sekelilingku, alangkah banyaknya orang yang mengiringi beliau, yang berkendaraan dan yang berjalan kaki, di kanan-kiri dan di belakang beliau. Ketika itu turun Al Qur`an (wahyu), dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerti maksudnya, yaitu sebagaimana petunjuk amal yang harus kami amalkan. Lalu beliau teriakan bacaan talbiyah: “LABBAIKA ALLAHUMMA LABBAIKA LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA LABBAIKA INNALHAMDA WAN NI’MATA LAKA WALMULKU LAA SYARIIKA LAKA (Aku patuhi perintah-Mu ya Allah, aku patuhi, aku patuhi. Tiada sekutu bagi-Mu, aku patuhi perintah-Mu; sesungguhnya puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu, aku patuhi perintah-Mu).” Maka talbiyah pula orang banyak seperti talbiyah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melarang mereka membacanya, bahkan senantiasa membaca terus-menerus. Niat kami hanya untuk mengerjakan haji, dan kami belum mengenal umrah. Setelah sampai di Baitullah, beliau cium salah satu sudutnya (hajar Aswad), kemudian beliau thawaf, lari-lari kecil tiga kali dan berjalan biasa empat kali. Kemudian beliau terus menuju ke Maqam. Ibrahim ‘Alais Salam, lalu beliau baca ayat: “Jadikanlah maqam Ibrahim sebagai tempat shalat…” (Al Baqarah: 125). Lalu ditempatkannya maqam itu diantaranya dengan Baitullah. Sementara itu ayahku berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam shalatnya: “QUL HUWALLAHU AHADL…” (Al Ikhlas: 1-4). Dan: “QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN..” (Al Kafirun: 1-6). Kemudian beliau kembali ke sudut Bait (hajar Aswad) lalu diciumnya pula. Kemudian melalui pintu, beliau pergi ke Shafa. Setelah dekat ke bukit Shafa beliau membaca ayat: “Sesungguhnya Sa’i antara Shafa dan Marwah termasuk lambang-lambang kebesaran Agama Allah…” (Al Baqarah: 158). Kemudian mulailah dia melaksanakan perintah Allah. Maka dinaikinya bukit shafa. Setelah kelihatan Baitullah, lalu beliau menghadap ke kiblat seraya mentauhidkan Allah dan mengagungkan-Nya. Dan beliau membaca: “LAA ILAAHA ILAALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU ANJAZA WA’DAHU WANASHARA ‘ABDAHU WAHAZAMAL AHZABA WAHDAH (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan dan segala puji, sedangkan Dia Maha Kuasa atas segala-galanya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah satu-satu-Nya, Yang Maha Menepati janji-Nya dan menolong hamba-hamaba-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya sendiri-Nya).” Kemudian beliau berdo’a. Ucapakan tahlil itu diulanginya sampai tiga kali. Kemudian beliau turun di Marwa. Ketika sampai di lembah, beliau berlari-lari kecil. Dan sesudah itu, beliau menuju bukit Marwa sambil berjalan kembali. setelah sampai di bukit Marwa, beliau berbuat apa yang diperbuatnya di bukit Shafa. Tatkala beliau mengakhiri sa’i-nya di bukit Marwa, beliau berujar: “Kalau aku belum lakukan apa yang telah kuperbuat, niscaya aku tidak membawa hadya dan menjadikannya umrah.” Lalu Suraqah bin Malik bin Ju’tsyum, “Ya, Rasulullah! Apakah untuk tahun ini saja ataukah untuk selama-lamanya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperpanjangkan jari-jari tangannya yang lain seraya bersabda: “Memasukkan umrah ke dalam haji. Memasukkan umrah ke dalam haji, tidak! Bahkan untuk selama-lamanya.” Sementara itu Ali datang dari Yaman membawa hewan kurban Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. didapatinya Fathimah termasuk orang yang tahallul; dia mengenakan pakaian bercelup dan bercelak mata. Ali melarangnya berbuat demikian. Fathimah menjawab, “Ayahku sendiri yang menyuruhku berbuat begini.” Ali berkata; Maka aku pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk meminta fatwa terhadap perbuatan Fathimah tersebut. Kujelaskan kepada beliau bahwa aku mencegahnya berbuat demikian. Beliau pun bersabda: “Fathimah benar.” Kemudian beliau bertanya: “Apa yang kamu baca ketika hendak menunaikan haji?” Ali berkata; Aku menjawab: “Ya Allah, aku aku niat menunaikan ibadah haji seperti yang dicontohkan oleh Rasul Engkau.” Kemudian Ali bertanya, “Tetapi aku membawa hwankurban, bagaimana itu?” Beliau menjawab: “Kamu jangan tahallul.” Ja’far berkata; Jumlah hadya yang dibawa Ali dari Yaman dan yang dibawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ada seratus ekor. Para jama’ah telah tahallul dan bercukur semuanya, melainkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang membawa hadya beserta beliau. Ketika hari Tarwiyah (delapan Dzulhijjah) tiba, mereka berangkat menuju Mina untuk melakukan ibadah haji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunggang kendaraannya. Di sana beliau shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh. Kemudian beliau menanti sebentar hingga terbit matahari; sementara itu beliau menyuruh orang lebih dahulu ke Namirah untuk mendirikan kemah di sana. Sedangkan Orang Quraisy mengira bahwa beliau tentu akan berhenti di Masy’aril Haram (sebuah bukit di Muzdalifah) sebagaimana biasanya orang-orang jahililiyah. Tetapi ternyata beliau terus saja menuju Arafah. Sampai ke Namirah, didapatinya tenda-tenda telah didirikan orang. Lalu beliau berhenti untuk istirahat di situ. Ketika matahari telah condong, beliau menaiki untanya meneruskan. Sampai di tengah-tengah lebah beliau berpidato: “Sesungguhnya menumpahkan darah, merampas harta sesamamu adalah haram sebagaimana haramnya berperang pada hari ini, pada bulan ini, dan di negeri ini. Ketahuilah, semua yang berbau Jahiliyah telah dihapuskan di bawah undang-undangku, termasuk tebusan darah masa jahilijyah. Tebusan darah yang pertama-tama kuhapuskan adalah darah Ibnu Rabi’ah bin Harits yang disusukan oleh Bani Sa’ad, lalu ia dibunuh oleh Huzail. Begitu pula telah kuhapuskan riba jahiliyah; yang mula-mula kuhapuskan ialah riba yang ditetapkan Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya riba itu kuhapuskan semuanya. Kemudian jangalah dirimu terhadap wanita. Kamu boleh mengambil mereka sebagai amanah Allah, dan mereka halal bagimu dengan mematuhi peraturan-peraturan Allah.

Setelah itu, kamu punya hak atas mereka, yaitu supaya mereka tidak membolehkan orang lain menduduki tikarmu. Jika mereka melanggar, pukullah mereka dengan cara yang tidak membahayakan. Sebaliknya mereka punya hak atasmu. Yaitu nafkah dan pakaian yang pantas. Kuwariskan kepadamu sekalian suatu pedoman hidup, yang jika kalian berpegang teguh kepadanya yaitu Al Qur`an. Kalian semua akan ditanya mengenai diriku, lalu bagaimana nanti jawab kalian?” mereka menjawab: “Kami bersaksi bahwa Anda benar-benar telah menyampaikan risalah, Anda telah menunaikan tugas dan telah memberi nasehat kepada kami.” Kemudian beliau bersabda sambil mengangkat jari telunjuknya ke atas langit dan menunjuk kepada orang banyak: “Ya, Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah.” Sesudah itu, beliau adzan kemudian qamat, lalu shalat Zhuhur. Lalu qamat lagi dan shalat Ashar tanpa shalat sunnah antara keduanya. Setelah itu, beliau meneruskan perjalanan menuju tempat wukuf. Sampai di sana, dihentikannya unta Qashwa di tempat berbatu-batu dan orang-orang yang berjalan kaki berada di hadapannya. Beliau menghadap ke kiblat, dan senantiasa wukuf sampai matahari terbenam dan mega merah hilang. Kemudian beliau teruskan pula perjalanan dengan membonceng Usamah di belakangnya, sedang beliau sendiri memegang kendali.

Beliau tarik tali kekang Unta Qashwa, hingga kepalanya hampir menyentuh bantal pelana. Beliau bersabda dengan isyarat tangannya: “Saudara-saudara, tenanglah, tenanglah.” Setiap beliau sampai di bukit, beliau dikendorkannya tali unta sedikit, untuk memudahkannya mendaki. Sampai di Muzdalifah beliau shalat Maghrib dan Isya`dengan satu kali adzan dan dua qamat tanpa shalat sunnah antara keduanya. Kemudian beliau tidur hingga terbit fajar. Setelah tiba waktu Shubuh, beliau shalat Shubuh dengan satu Adzan dan satu qamat. Kemudian beliau tunggangi pula unta Qaswa meneruskan perjalanan sampai ke Masy’aril Haram. Sampai di sana beliau menghadap ke kiblat, berdo’a, takbir, tahlil dan membaca kaliamat tauhid. Beliau wukuf di sana hingga langit kekuning-kuningan dan berangkat sebelum matahari terbit sambil membonceng Fadlal bin Abbas. Fadlal adalah seorang laki-laki berambut indah dan berwajah putih. Ketika beliau berangkat, berangkat pulalah orang-orang besertanya. Fadlal menengok pada mereka, lalu mukanya ditutup oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tangannya. Tetapi Fadlal menoleh ke arah lain untuk melihat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menutup pula mukanya dengan tangan lain, sehingga Fadlala mengarahkan pandangannya ke tempat lain. Sampai di tengah lembah Muhassir, dipercepatnya untanya melalui jalan tengah yang langsung menembus ke Jumratul Kubra. Sampai di Jumrah yang dekat dengan sebatang pohon, beliau melempar dengan tujuh buah batu kerikil sambil membaca takbir pada setiap lemparan. Kemudian beliau terus ke tempat penyembelihan kurban. Di sana beliau menyembelih enam puluh tiga hewan kurban dengan tangannya dan sisanya diserahkannya kepada Ali untuk menyembelihnya, yaitu hewan kurban bersama-sama dengan anggota jama’ah yang lain. Kemudian beliau suruh ambil dari setiap hewan kurban itu sepotong kecil, lalu disuruhnya masak dan kemudian beliau makan dagingnya serta beliau minum kuahnya. Sesudah itu, beliau naiki kendaraan beliau menuju ke Baitullah untuk tawaf. Beliau shalat Zhuhur di Makkah. Sesudah itu, beliau datangi Bani Abdul Muthalib yang sedang menimba sumur zamzam. Beliau bersabda kepada mereka: “Wahai Bani Abdul Muthalib, berilah kami minum. Kalaulah orang banyak tidak akan salah tangkap, tentu akan kutolong kamu menimba bersama-sama.” Lalu mereka timbakan seember, dan beliau pun minum daripadanya.

Dan Telah meceritakan kepada kami Umar bin Hafsh bin Ghiyats Telah menceritakan kepada kami bapakku Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Muhammad telah menceritakan kepadaku bapakku ia berkata; Saya mendatangi Jabir bin Abdullah dan bertanya kepadanya tentang haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. lalu ia pun menyebutkan hadits yang serupa dengan haditsnya Hatim bin Isma’il, dan ia menambahkan di dalamnya; Dulu orang-orang disuruh oleh Abu Sayyarah untuk menaiki Himar telanjang. Dan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati Muzdalifah di Masy’aril Haram, orang-orang Quraisy tidak ragu sedikit pun bahwa beliau akan berhenti di situ dan akan menjadi tempat persinggahannya nanti. Namun beliau melewatinya dan tidak singgah hingga beliau sampai di Arafah dan singgah di sana.

(HR. Muslim)

Ganjaran Untuk Haji Yang Mabrur

Ganjaran Untuk Haji Yang Mabrur

Nasehat Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melakukan haji ke Ka’bah ini, lantas tidak berkata-kata kotor serta tidak melakukan tindakan kefasikan, ia kembali seperti dilahirkan ibunya.”

(HR. Nasa’i)

Inilah dalil dalil keistimewaan ibadah haji dan umroh bagi yang mampu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jihad orang yang sudah tua, anak kecil, orang yang lemah dan seorang wanita adalah melakukan haji dan umrah.”
(HR. Nasa’i)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Utusan Allah itu ada tiga, yaitu: orang yang berjuang, orang yang melakukan haji dan orang yang melakukan umrah.” 
(HR. Nasa’i)
 “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Beriman kepada Allah.” Orang tersebut berkata; kemudian apa? Beliau menjawab: “Berjihad di jalan Allah.” Laki-laki tersebut berkata; kemudian apa? beliau menjawab: “Haji mabrur.”
(HR. Nasa’i)

Siomay Nikmat – Marimasak

SIOMAY
.

.
BAHAN ADONAN SIOMAY:
250 gr daging ikan tenggiri, haluskan
100 gr labu siam, kukus/rebus, haluskan pakai garpu, buang airnya

1 butir telur ayam
1 batang daun bawang, iris tipis
3 sdm munjung tepung tapioka
3 siung bawang putih, haluskan
1 sdm kecap asin
1/2 sdt garam
1/2 sdt kaldu jamur/bisa diganti kaldu ayam
.
BAHAN TAMBAHAN:

6 potong tahu kotak kecil, belah tengahnya
1 buah pare, potong, buang bijinya
3 buah kentang ukuran sedang, kupas belah 2
6 butir telur puyuh, cuci bersih
.
SAUS KACANG :
200 gr kacang tanah,goreng
5 buah cabe merah besar, sesuai selera, goreng
5 siung bawang merah, goreng
3 siung bawang putih, goreng
2 buah jeruk limau, ambil airnya
2 lembar daun jeruk
Secukupnya garam, kaldu jamur, gula merah
1 sdm kecap manis
225 ml air putih
.
CARA MEMBUAT:

1. Panaskan kukusan

2. Campur semua bahan adonan siomay, aduk rata

3. Taruh adonan secukupnya ke atas kentang. Sisa adonan dimasukan ke dalam pare dan tahu, kemudian kukus bersama telur puyuh kurang lebih 30 menit/sampai matang

4. Setelah matang, pisahkan siomay yg menempel di atas kentang. Sisihkan

5. CARA MEMBUAT SAUSNYA : Kacang tanah, cabe, bawang merah, bawang putih dan air diblender, lalu tuang ke wajan, tdk lupa masukan daun jeruk, kecap manis, garam, gula jawa, kaldu jamur. Kemudian masak sambil diaduk2 sampai mengeluarkan minyaknya. Angkat
.
#resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resepmasakanindonesia #resepdapur #resepmasakannusantara